PT. Pertamina sebagai Perusahaan bestatuskan Perseroan yang amat dinamis secara ide bukan saja menjadi salah satu lokomotif kemajuan Ekonomi di Indonesia, akan tetapi juga menjadi diri yang juga harus berubah sebagai responsi terhadap kebutuhan internal Perusahaan dan tantangan lingkungan strategis. Responsi terhadap kebutuhan internal akan menentukan daya pikat Pertamina bagi karyawan dan mindset kalangan internal perusahaan, sedangkan kecepatan serta ketepatan menjawab tantangan lingkungan strategis akan menentukan nilai guna Pertamina bagi para pelanggan (Customer) dan Masyarakat Indonesia pada umumnya.
Perubahan bagi Pertamina, tidak boleh membuatnya keluar dari tujuan luhur yang telah ditetapkan yang harus dicapainya. Kerja Keras adalah Energi Kita sebagai Mission Pertamina secara filosofis dan substantif tidak mungkin bahkan tidak boleh direkonstruksi. Menjadikan Kerja Adalah Energi Kita sebagai misi strategis membuat Pertamina tidak boleh lapuk dalam sejarah perjalanannya untuk turut serta memajukan Pola Perkembangan Ekonomi di Indonesia, melalui Industri Minyak dan Gas Bumi.
Komitmen Kerja Keras Adalah Energi Kita sebagai Mission Pertamina merupakan bagian dari buah Transformasi Pertamina yang sudah dirintis sejak tahun 1994, yang mana Program Restrukturisasi Pertamina ketika itu mengalami begitu banyak kendala eksternal dan mindset kalangan internal perusahaan yang belum sepenuhnya dapat menerima perubahan. Pada saat itu sebagian mereka mengkhawatirkan adanya Program Restrukturisasi Pertamina akan mengganggu zona kenyamanan yang telah mereka rasakan selama ini. Tetapi kemudian kendala itu satu persatu dapat terpecahkan, dan Pertamina pun mempercepat gerak mobilitas perubahannya melalui Program Transformasi Pertamina sejak 2006.
Restrukturisasi agaknya menjadi sebuah obat super-ampuh bagi pemulihan performa kerja sebuah perusahaan pelat merah. Begitu pula yang diharapkan dari upaya merestrukturisasi PT Pertamina yang tengah digodok.
Program Transormatif: Tapal Paradigma Baru Kerja Keras Pertamina
Program Transormatif; Tapal Paradigma Baru Kerja Keras Pertamina Menuju Kelas Dunia
Pola restrukturisasi yang diharapkan dari BUMN perminyakan adalah proses mentransformasikannya menjadi sebuah perusahaan nasional bidang perminyakan yang mampu disejajarkan dengan perusahaan internasional. Mengenai proses transformasi di tubuh Pertamina, harus ada kemauan untuk menjadikan perusahaan itu berkelas global. Untuk itu, publik patut mendukung upaya pemegang saham maupun kerja keras internal manajemen Pertamina agar target restrukturisasi bisa mulus.
Restrukturisasi itu harus kita dukung, terutama masuknya darah segar di jajaran direksi baru Pertamina, agar transformasi bisa berjalan lebih cepat.
Untuk melakukan perubahan memang tidak bisa seperti membalik telapak tangan. Pertamina harus melakukan transformasi secara bertahap tetapi juga cepat dan tepat. Sudah tiga tahun Transformasi berjalan. Program perubahan yang digelar melalui dua jalur, yaitu proyek terobosan (Breakthrough Project, BTP) dan perubahan budaya kinerja. Bahkan belakangan BTP semakin diarahkan mendukung Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), maka muncul BTP RJPP 2008 dan sekarang BTP RJPP 2009. Setelah sukses dengan program 100 hari, Pertamina kini sudah melanjutkan proyek terobosan 9 bulan ke depan. Beberapa keberhasilan telah diraih Pertamina sejak menggulirkan transformasi. Di sektor hulu misalnya, Pengembangan Lapangan Pondok Tengah, Bekasi, Jawa Barat menghasilkan produksi Migas secara signifikan. Selain itu Pertamina telah melakukan kerjasama dengan
sejumlah perusahaan migas dunia seperti Statoil dan Singapore Petroleum Company (SPC) sebagai upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional. Dibidang Pengolahan, Pengelolaan LSWR (Low Sulphur Waxy Residue) eks UP IV Cilacap di UP VI Balongan, berdampak positif terhadap efisiensi operasi kilang. Serta, optimalisasi operasi FCCU (Fluidized Catalytic Cracking Unit) UP III Plaju dengan mengunakan residu dari UP II Dumai. Sedangkan di sektor Pemasaran dan Niaga tercatat antara lain: Pertamina Way. Pertamina Way adalah standarisasi pelayanan konsumen BBM di SPBU yang meliputi kualitas dan kuantitas, sikap operator, peralatan dan fasilitas, tampilan/format fisik SPBU serta produk dan layanan baru. Dengan demikian, konsumen akan dijamin pelayanannya baik dari keramahan operator, kualitas BBM maupun jumlah minyak yang diterima. Konsumen dijamin “Pasti Pas” di SPBU tersebut. Implementasi transformasi lainnya adalah pengoperasian Depot BBM dengan sistem full otomat, dimana Depot tersebut tanpa ada operator pengisian. Pengisian BBM dari tangki Depot ke dalam mobil tangki 100% dioperasikan dan dicontrol dari ruang pengendali. Dengan demikian, penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada saat pengisian mobil tangki dapat dihilangkan.
Depot tersebut ada di Cikampek Jawa Barat dan secara bertahap Pertamina akan mengoperasikan Depot dengan sistem full otomat untuk Depot lainnya.
Perubahan lain yang telah dilakukan Pertamina antara lain mengurangi depot kritis dengan melakukan optimalisasi supply BBM; memperkuat Network bisnis Pelumas melalui Oli Mart; serta menjalin kerjasama dengan perusahaan migas internasional seperti SK Corporation untuk membuat Lube Base Oil Plant di Dumai yakni kerjasama produksi bahan baku pelumas untuk pelumas sekelas sintetik oil. Sementara dalam memberikan pelayanan kepada publik, Pertamina juga telah membuka Pertamina Contact Center melalui nomor telepon (021) 79173000, SMS (021) 71113000, fax (021)7972177, dan email: pcc@pertamina.com.
Sedangkan untuk bisa melakukan komunikasi massa, Pertamina juga menjalin hubungan yang intensif dengan media.
Pencapaian tersebut merupakan sebagian dari Grand Strategy Kerja Keras Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia melalui perubahan, baik dari sisi sistem bisnis, operasi maupun sumber daya manusia, keberhasilan sebagian transformasi akan membangkitkan optimisme.
Harapan-harapan
Sebagai bagian dari masyarakat kecil saya hanya dapat turut berharaf semoga Program Transformasi, dapat menjadikan Pertamina baru, Pertamina yang menjadi model bagi Indonesia, menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dan juga dunia.
Tiga Tahun Transformasi Pertamina semoga menjadi bukti bahwa perubahan Pertamina telah menunjukkan hasil. Memang belum semua apa yang diinginkan tercapai dalam tiga tahun, tetapi kita harus turut bangga melihat apa yang telah dicapai oleh Pertamina.
Masalah inefisiensi yang terjadi dalam sepak terjang manajemen Pertamina harus segera dipikirkan, karena sebenarnya Pertamina memiliki potensi penghematan yang begitu besar. Memang kinerja Pertamina merupakan tanggung jawab semua pihak. Karena ketersediaan minyak dan gas sudah menjadi kepentingan publik. Namun kalangan Internal pertamina Pertamina perlu memikirkan hal ini.
Saya berharap semoga Jajaran Direksi Pertamina bersih dari korupsi, karena tidak sedikit yang beranggapan bahwa Pertamina merupakan salah satu lahan subur para Koruptor. Jangan sampai performa Pertamina yang sangat gemuk, tapi tidak karuan bentuknya karena dikuasai oleh banyak kepentingan. Pertamina merupakan BUMN yang sangat besar potensinya. Bahkan aset yang dimilikinya juga berserakan di mana-mana.
Semoga usaha kerja keras adalah energi kita untuk menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan berkelas dunia segera terwujud.
Partisipasi Kontes Blog Pertamina Kerja Keras Adalah Energi Kita.
Perubahan bagi Pertamina, tidak boleh membuatnya keluar dari tujuan luhur yang telah ditetapkan yang harus dicapainya. Kerja Keras adalah Energi Kita sebagai Mission Pertamina secara filosofis dan substantif tidak mungkin bahkan tidak boleh direkonstruksi. Menjadikan Kerja Adalah Energi Kita sebagai misi strategis membuat Pertamina tidak boleh lapuk dalam sejarah perjalanannya untuk turut serta memajukan Pola Perkembangan Ekonomi di Indonesia, melalui Industri Minyak dan Gas Bumi.
Komitmen Kerja Keras Adalah Energi Kita sebagai Mission Pertamina merupakan bagian dari buah Transformasi Pertamina yang sudah dirintis sejak tahun 1994, yang mana Program Restrukturisasi Pertamina ketika itu mengalami begitu banyak kendala eksternal dan mindset kalangan internal perusahaan yang belum sepenuhnya dapat menerima perubahan. Pada saat itu sebagian mereka mengkhawatirkan adanya Program Restrukturisasi Pertamina akan mengganggu zona kenyamanan yang telah mereka rasakan selama ini. Tetapi kemudian kendala itu satu persatu dapat terpecahkan, dan Pertamina pun mempercepat gerak mobilitas perubahannya melalui Program Transformasi Pertamina sejak 2006.
Restrukturisasi agaknya menjadi sebuah obat super-ampuh bagi pemulihan performa kerja sebuah perusahaan pelat merah. Begitu pula yang diharapkan dari upaya merestrukturisasi PT Pertamina yang tengah digodok.
Program Transormatif: Tapal Paradigma Baru Kerja Keras Pertamina
Program Transormatif; Tapal Paradigma Baru Kerja Keras Pertamina Menuju Kelas Dunia
Pola restrukturisasi yang diharapkan dari BUMN perminyakan adalah proses mentransformasikannya menjadi sebuah perusahaan nasional bidang perminyakan yang mampu disejajarkan dengan perusahaan internasional. Mengenai proses transformasi di tubuh Pertamina, harus ada kemauan untuk menjadikan perusahaan itu berkelas global. Untuk itu, publik patut mendukung upaya pemegang saham maupun kerja keras internal manajemen Pertamina agar target restrukturisasi bisa mulus.
Restrukturisasi itu harus kita dukung, terutama masuknya darah segar di jajaran direksi baru Pertamina, agar transformasi bisa berjalan lebih cepat.
Untuk melakukan perubahan memang tidak bisa seperti membalik telapak tangan. Pertamina harus melakukan transformasi secara bertahap tetapi juga cepat dan tepat. Sudah tiga tahun Transformasi berjalan. Program perubahan yang digelar melalui dua jalur, yaitu proyek terobosan (Breakthrough Project, BTP) dan perubahan budaya kinerja. Bahkan belakangan BTP semakin diarahkan mendukung Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), maka muncul BTP RJPP 2008 dan sekarang BTP RJPP 2009. Setelah sukses dengan program 100 hari, Pertamina kini sudah melanjutkan proyek terobosan 9 bulan ke depan. Beberapa keberhasilan telah diraih Pertamina sejak menggulirkan transformasi. Di sektor hulu misalnya, Pengembangan Lapangan Pondok Tengah, Bekasi, Jawa Barat menghasilkan produksi Migas secara signifikan. Selain itu Pertamina telah melakukan kerjasama dengan
sejumlah perusahaan migas dunia seperti Statoil dan Singapore Petroleum Company (SPC) sebagai upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional. Dibidang Pengolahan, Pengelolaan LSWR (Low Sulphur Waxy Residue) eks UP IV Cilacap di UP VI Balongan, berdampak positif terhadap efisiensi operasi kilang. Serta, optimalisasi operasi FCCU (Fluidized Catalytic Cracking Unit) UP III Plaju dengan mengunakan residu dari UP II Dumai. Sedangkan di sektor Pemasaran dan Niaga tercatat antara lain: Pertamina Way. Pertamina Way adalah standarisasi pelayanan konsumen BBM di SPBU yang meliputi kualitas dan kuantitas, sikap operator, peralatan dan fasilitas, tampilan/format fisik SPBU serta produk dan layanan baru. Dengan demikian, konsumen akan dijamin pelayanannya baik dari keramahan operator, kualitas BBM maupun jumlah minyak yang diterima. Konsumen dijamin “Pasti Pas” di SPBU tersebut. Implementasi transformasi lainnya adalah pengoperasian Depot BBM dengan sistem full otomat, dimana Depot tersebut tanpa ada operator pengisian. Pengisian BBM dari tangki Depot ke dalam mobil tangki 100% dioperasikan dan dicontrol dari ruang pengendali. Dengan demikian, penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada saat pengisian mobil tangki dapat dihilangkan.
Depot tersebut ada di Cikampek Jawa Barat dan secara bertahap Pertamina akan mengoperasikan Depot dengan sistem full otomat untuk Depot lainnya.
Perubahan lain yang telah dilakukan Pertamina antara lain mengurangi depot kritis dengan melakukan optimalisasi supply BBM; memperkuat Network bisnis Pelumas melalui Oli Mart; serta menjalin kerjasama dengan perusahaan migas internasional seperti SK Corporation untuk membuat Lube Base Oil Plant di Dumai yakni kerjasama produksi bahan baku pelumas untuk pelumas sekelas sintetik oil. Sementara dalam memberikan pelayanan kepada publik, Pertamina juga telah membuka Pertamina Contact Center melalui nomor telepon (021) 79173000, SMS (021) 71113000, fax (021)7972177, dan email: pcc@pertamina.com.
Sedangkan untuk bisa melakukan komunikasi massa, Pertamina juga menjalin hubungan yang intensif dengan media.
Pencapaian tersebut merupakan sebagian dari Grand Strategy Kerja Keras Pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia melalui perubahan, baik dari sisi sistem bisnis, operasi maupun sumber daya manusia, keberhasilan sebagian transformasi akan membangkitkan optimisme.
Harapan-harapan
Sebagai bagian dari masyarakat kecil saya hanya dapat turut berharaf semoga Program Transformasi, dapat menjadikan Pertamina baru, Pertamina yang menjadi model bagi Indonesia, menjadi perusahaan terbaik di Indonesia dan juga dunia.
Tiga Tahun Transformasi Pertamina semoga menjadi bukti bahwa perubahan Pertamina telah menunjukkan hasil. Memang belum semua apa yang diinginkan tercapai dalam tiga tahun, tetapi kita harus turut bangga melihat apa yang telah dicapai oleh Pertamina.
Masalah inefisiensi yang terjadi dalam sepak terjang manajemen Pertamina harus segera dipikirkan, karena sebenarnya Pertamina memiliki potensi penghematan yang begitu besar. Memang kinerja Pertamina merupakan tanggung jawab semua pihak. Karena ketersediaan minyak dan gas sudah menjadi kepentingan publik. Namun kalangan Internal pertamina Pertamina perlu memikirkan hal ini.
Saya berharap semoga Jajaran Direksi Pertamina bersih dari korupsi, karena tidak sedikit yang beranggapan bahwa Pertamina merupakan salah satu lahan subur para Koruptor. Jangan sampai performa Pertamina yang sangat gemuk, tapi tidak karuan bentuknya karena dikuasai oleh banyak kepentingan. Pertamina merupakan BUMN yang sangat besar potensinya. Bahkan aset yang dimilikinya juga berserakan di mana-mana.
Semoga usaha kerja keras adalah energi kita untuk menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan berkelas dunia segera terwujud.
Partisipasi Kontes Blog Pertamina Kerja Keras Adalah Energi Kita.
0 komentar:
Posting Komentar